Monthly Archives: Januari 2012

Keutamaan Ilmu

         Alhamdulillahi robbil ‘alamien. Kita  masih berada didalam nikmat-nikmat Allah SWT. Tentunya ini semua adalah karena kemurahan yang dimiliki Allah Tabaraka wa Ta’ala. Dialah Zat yang Ar Rahman ( Maha Pemurah ) yang membrikan nikmatnya kepada siapa saja dari makhlukNya baik yang ingkar maupun yang beriman. Dialah Allah Ar Rahiim ( Maha Penyayang ) yang khusus Dia berikan hanya kepada orang yang beriman saja. Sebagaimana Allah berfirman didalam Al Quran sebagai berikut :

وَكَانَ  بِالْمُؤْمِنِيْنَ  رَحِيْمًا

Artinya : “ dan Sungguh Allah itu terhadap orang yang beriman sangat Maha Penyayang “  ( QS. Al Ahzab :43)

يُعَذِّبُ   مَنْ    يَّشَآءُ     وَيَرْحَمُ    مَنْ    يَّشَآءُ     وَإِلَيْهِ    تُقْلَبُونَ

Artinya : “ Dialah Allah yang akan menyiksa siapa yang dia Kehendaki dan akan merahmati siapa yang dia kehendaki, dan kepadaNya kalian akan kembali “ ( QS. Al Ankabut : 21 )

Sesungguhnya mempelajari ilmu agama, mendalami dan memahaminya merupakan amalan yang paling utama dan termasuk  sebagian dari tanda adanya kebaikan pada seseorang. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ   يُرِدِ  اللَّهُ  بِهِ  خَيْرًا  يُفَقِّهْهُ    فِيْ   الدِّيْنِ

Artinya : “Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, Maka Dia akan memberikan pemahaman agama kepadanya.” ( Hadits Shahih riwayat Bukhari dan Muslim dari sahabat Mu’awiyah bin Abi Sofyan )

Mengapa demikian, wahai saudaraku ! Karena dengan mempelajari ilmu agama Islam yang mulia ini, akan dapat menunjukkan kita akan ilmu-ilmu yang bermanfaat, mengetahui perkara yang halal dan haram, dan lebih mantap dalam melakukan amal-amal shaleh. Demikian pula kita dapat memperluas wawasan kita tentang pengetahuan yang barang kali selama ini kita tidak mengetahuinya atau menganggap remeh tentangnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

هُوَ الَّذِيْ  أَرْسَلَ  رَسُوْلَهُ  بِالْهُدَى  وَدِيْنِ الْحَقِّ   لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ    وَكَفَى   بِاللَّهِ   شَهِيْداً

Artinya : “Dia-lah  Allah Tabaraka wa Ta’ala yang mengutus Rasul-Nya( Muhammad ) dengan membawa petunjuk ( yaitu ilmu yang bermanfaat ) dan agama yang hak ( yaitu amal shaleh ) agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (QS. Al Fath: 28)

Yang dimaksud dengan “huda” adalah ilmu yang bermanfaat dan “din al haq” adalah amal shalih.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan nabi-Nya untuk berdoa memohon tambahan ilmu, sebagaimana firmanNya,

وَقُلْ  رَّبِّ   زِدْنِيْ  عِلْماً

Artinya : “ dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thaha: 114)

Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata : “ Firman Allah Azza wa Jalla      وَقُل    رَّبِّ    زِدْ   نِي عِلْماً   sangat jelas menunjukkan tentang  keutamaan ilmu.  Karena Allah tidak pernah memerintahkan nabi-Nya untuk meminta (berdoa) atas tambahan sesuatu kecuali ilmu. Tentunya sudah kita ketahui bahwa sesungguhnya para nabi –‘alaihimus shalatu wassalam –  mereka dalam berdakwah dan mengajak manusia untuk menyembah hanya kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala sudah cukup berbekal wahyu yang diberikan kepada mereka akan tetapi mengapa Allah memerintahkan mereka untuk tetap meminta tambahan ilmu ? ini semua tidak lain karena kedudukan ilmu dihadapan Allah begitu agung, begitu mulia dan sangat dihargai.

Sehingga sampai-sampai sebuah majelis ilmu yang  menggali dan mendalami ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat oleh Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- menamakannya dengan Taman surga atau  “Raudhatul Jannah” dan mengatakan bahwa para ulama ( ahli Ilmu ) itu merupakan pewaris para nabi- ‘alaihimush shalatu wassalam-. Read the rest of this entry

Berburu Keteladanan

Bismillahirrahmanirrahiim

Segala puji hanya milik Allah SWT atas semua nikmatNya baik yang muthlak maupun yang muqayyad. Yang muthlak adalah semua nikmat Allah yang diberikan kepada para nabi, shiddiqin, shalihin dan kita sebagai kaum mukminin karena telah menggunakan waktu kita dengan memenuhi kewajiban berta’abbud kepada-Nya semata. Yang muqayyad adalah nikmat yang mampir sebentar bagi manusia, tak ada beda antara yang beriman kepada Allah ataupun tidak beriman, semua sama mendapat nikmat muqayyad ini. Perbedaannya adalah diantara mereka ada yang mempergunakan nikmat muqayyad ini untuk berbuat baik kepada sesama tapi ada pula yang semakin menjauh dari kebaikan karena lupa amanat Tuhan dan pertanggungjawabannya di hari yang abadi akhirat kelak.. Bahagia rasanya ketika saya sempat meluangkan waktu untuk menulis risalah ini. Walillahil hamd.

Kepada setiap pelajar yang memiliki keinginan dan bercita-cita menjadi orang yang menaati Tuhannya dan berharap akan keberuntungan surgaNya.

Kepada setiap pelajar yan menginginkan keridhoan kedua orang tuanya.

Kepada setiap pelajar yang selalu berusaha untuk mendapatkan penghormatan orang lain.

Kepada setiap pelajar yang selalu berusah untuk menjadi baik dan berakhlak.

Anakku ……, saya ingin bertanya kepada engkau. Pernahkah engkau bertanya pada diri sendiri, mengapa engkau belajar ? untuk siapa engkau belajar ? demi apa engkau belajar ?

Dalam memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut para pelajar juga ternyata memiliki jawaban beraneka ragam sesuai dengan versi mereka sendiri. Diantara mereka ada yang menjawab “ Saya belajar untuk memperoleh harta”. “ Saya belajar karena saya ingin tidak ada seorang pun yang melebihi diriku”. “ Saya belajar karena orang-orang besar adalah mereka yang terus menerus belajar sampai bertahun-tahun”. “Saya belajar karena orang tuaku menginginkan aku berbuat demikian ( belajar ). Ekstrimnya lagi, ternyata ada juga pelajar yang menjawab, “ Saya belajar hanya untuk menghabiskan waktuku, habisnya mau ngapain, apa lagi yang bisa saya kerjakan lha wong harta orang tuaku sudah melimpah, cukuplah dengan warisan mereka pun aku bisa hidup nanti “.). Ada pula yang cuek dengan memberikan jawabannya aku tidak tahu. Nastaghfirullahal ‘azhiem wa na’udzu billahi min dzalik. Read the rest of this entry