Monthly Archives: Februari 2012

Mari menghafal Al Quran

Alhamdulillah, Sungguh Allah Subhanahu Wa ta’ala telah memberikan kita waktu yang sangat berharga. Maka janganlah engkau jadikan waktu itu kecuali untuk sesuatu yang bernilai lagi berfaedah. Dan sesuatu yang berharga itu adalah memungkinkan engkau untuk mengisinya dengan kegiatan yang produktif. Jangan engkau habiskan waktumu hanya untuk bercakap-cakap memperbincangkan masalah duniawi saja.  Perbanyaklah waktu kosongmu dengan dzikir kepada Allah SWT. Dan sebaik –baik dzikir adalah dengan membaca Al Quran, berupaya menghafalnya dan mentadabburi makna-maknanya.

Banyak orang mengeluhkan kepada kami tentang hafalan Al Quran. Diantara mereka ada yang pernah hafal tetapi lupa-lupa. Ada pula yang kemarin sudah hafal giliran diujikan banyak yang tidak ingat atau menjadi tertukar dengan hafalan ayat lain. Keluhan-keluhan itulah yang menjadikan kami tergerak untuk sedikit ikut membantu memecahkan persoalan.  Memang kami bukanlah orang yang berkompeten dalam hal ini. Akan  tetapi, setidaknya pengalaman kami saat masih menjadi santri Tahfidz bisa dijadikan hal tukar pengalaman.

MULAINYA DARI MANA, YA?

Langkah pertama ketika kita akan menghafalkan Al Quran adalah menumbuhkan niat yang shadiqah ( lurus, tanpa tendensi sesuatupun, dan ikhlas mengharapkan wajah dan keridhaan Allah SWT ).  Seringkali niatan seseorang dalam beramal amalan yang mulia ini ( menghafalkan Al Quran ) tercampur dengan sesuatu yang hina lagi kotor, bahkan terkadang tercampuri dengan kesyirikan-kesyirikan dalam niatnya. Wal Iyadzubillah.

Niat yang lurus ini haruslah selaras dengan keinginan iman agar amalan mulia ini bisa terjaga selalu dan berbuah amal shaleh.  Cara paling mudah menanamkan niat shadiqah ini adalah hendaknya selalu ada dalam hati kita niatan “ saya melakukan kegiatan hafalan ini adalah mencari ridha Allah, berharap akan pahala dan berkah dariNya, dan keinginan untuk ditinggikan derajatnya di Surga “.  Bukan untuk sesuatu dari dunia seperti agar dikatakan pintar tentang Al Quran, agar mendapatkan gelar  tertentu, agar bisa memperoleh harta apalagi untuk tujuan agar bisa selamat dari sebuah kebijakan. Ingatlah wahai pembaca budiman,kita ini diperintahkan oleh Allah agar beribadah dengan ikhlas. Allah berfirman yang artinya ,” Katakanlah ( wahai Muhammad ) : Sesungguhnya aku ini diperintahkan agar ikhlas beribadah kepada Allah “. ( QS. Az Zumar : 11 ) Read the rest of this entry

Iklan

Awali hari anda dengan Tauhid

Alhamdulillahi rabbil ‘alamien. Wash Shalatu was salaamu ‘alarasulil amien.Di antara doa-doa agung yang dipanjatkan oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam setiap pagi hari, diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Abdurrohman bin Abza rodhiyallohu ‘anhu berkata: “Dahulu Nabi (shollallohu ‘alaihi wasallam) jika waktu telah pagi, beliau berkata:

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّم وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْراَهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Di waktu pagi kami berada di atas fithroh Islam, di atas kalimat ikhlas, di atas agama Nabi kami Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam, di atas agama ayah kami, Ibrohim ‘alaihissalam, yang berdiri di atas jalan yang lurus, seorang muslim, dan bukan termasuk di antara orang-orang musyrik.

Hal apa yang paling indah di pagi hari, tatkala seorang muslim baru membuka matanya, baru bangun dari kematian kecil, tiada yang lebih indah dengan cara memulai dengan bacaan doa di atas, dengan kalimat-kalimat agung di atas yang mencakup tentang pembaharuan keimanan seorang hamba, pengumuman tentang ketauhidan, pengokohan akan kesungguhan mengikuti agama Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam, dan mengikuti agama kekasih Alloh -Nabi Ibrohim alaihissalam-, agama yang lurus nan selamat, dan jauh dari kesyirikan, baik yang kecil maupun yang besar.

Doa di atas merupakan doa yang mencakup tetang kalimat-kalimat keimanan, ketauhidan, kejujuran, keikhlasan, ketundukan, sangat mendebarkan bagi mereka yang menjaga dan menghapalnya serta merenungi dan memikirkan makna yang terkandung di dalamnya. Berada di atas Fithroh Islam Sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam:

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ

Di waktu pagi kami berada di atas fithroh Islam. Alloh telah memberikan kepada kita kehidupan pagi setelah bangun dari tidur dan kita dalam keadaan di atas fithroh keIslaman, berpegang teguh dengan agama Islam, menjaganya, tidak mengubah atau menggantinya. Yang dimaksud dengan fithroh Islam adalah agama Islam yang Alloh tetapkan atas manusia, menghadapkan agama Alloh yang lurus dengan hati, dan anggota badan kepada penetapan syariat-syariat agama, baik yang dzohir dan yang batin. Read the rest of this entry