Mari menghafal Al Quran

Alhamdulillah, Sungguh Allah Subhanahu Wa ta’ala telah memberikan kita waktu yang sangat berharga. Maka janganlah engkau jadikan waktu itu kecuali untuk sesuatu yang bernilai lagi berfaedah. Dan sesuatu yang berharga itu adalah memungkinkan engkau untuk mengisinya dengan kegiatan yang produktif. Jangan engkau habiskan waktumu hanya untuk bercakap-cakap memperbincangkan masalah duniawi saja.  Perbanyaklah waktu kosongmu dengan dzikir kepada Allah SWT. Dan sebaik –baik dzikir adalah dengan membaca Al Quran, berupaya menghafalnya dan mentadabburi makna-maknanya.

Banyak orang mengeluhkan kepada kami tentang hafalan Al Quran. Diantara mereka ada yang pernah hafal tetapi lupa-lupa. Ada pula yang kemarin sudah hafal giliran diujikan banyak yang tidak ingat atau menjadi tertukar dengan hafalan ayat lain. Keluhan-keluhan itulah yang menjadikan kami tergerak untuk sedikit ikut membantu memecahkan persoalan.  Memang kami bukanlah orang yang berkompeten dalam hal ini. Akan  tetapi, setidaknya pengalaman kami saat masih menjadi santri Tahfidz bisa dijadikan hal tukar pengalaman.

MULAINYA DARI MANA, YA?

Langkah pertama ketika kita akan menghafalkan Al Quran adalah menumbuhkan niat yang shadiqah ( lurus, tanpa tendensi sesuatupun, dan ikhlas mengharapkan wajah dan keridhaan Allah SWT ).  Seringkali niatan seseorang dalam beramal amalan yang mulia ini ( menghafalkan Al Quran ) tercampur dengan sesuatu yang hina lagi kotor, bahkan terkadang tercampuri dengan kesyirikan-kesyirikan dalam niatnya. Wal Iyadzubillah.

Niat yang lurus ini haruslah selaras dengan keinginan iman agar amalan mulia ini bisa terjaga selalu dan berbuah amal shaleh.  Cara paling mudah menanamkan niat shadiqah ini adalah hendaknya selalu ada dalam hati kita niatan “ saya melakukan kegiatan hafalan ini adalah mencari ridha Allah, berharap akan pahala dan berkah dariNya, dan keinginan untuk ditinggikan derajatnya di Surga “.  Bukan untuk sesuatu dari dunia seperti agar dikatakan pintar tentang Al Quran, agar mendapatkan gelar  tertentu, agar bisa memperoleh harta apalagi untuk tujuan agar bisa selamat dari sebuah kebijakan. Ingatlah wahai pembaca budiman,kita ini diperintahkan oleh Allah agar beribadah dengan ikhlas. Allah berfirman yang artinya ,” Katakanlah ( wahai Muhammad ) : Sesungguhnya aku ini diperintahkan agar ikhlas beribadah kepada Allah “. ( QS. Az Zumar : 11 )

Kemudian langkah kedua adalah selalu berdoa kepada Allah tiap selesai Shalat baik shalat sunnah maupun shalat fardhu dan meminta rahmat Allah agar bisa melakukan amal mulia ini dengan niat yang lurus dan berhasil maksimal. Ingat  ! Menghafal Al Quran adalah fadhilah dan kurnia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Tidak hanya para ustadz atau kyai saja. Anda pun bisa asal ada keinginan.  Allah  SWT berfirman kepada nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam  , “ Kami akan membacakan kepadamu ( wahai Muhammad )  Al Quran ini, hingga kamu tidak akan lupa “. ( QS. Al A’la : 6 ).

Sesungguhnya Allah itu Maha Kuasa atas hambaNya yang ingin membaca Al Quran untuk menjadikannya hafal dan bacaannya tidak lupa. Oleh karena itu, jika anda berkeinginan untuk menghafalkan  Al Quran, berdoalah kepada Allah, menghadaplah kepadaNya di penghujung malam-malam anda, memintalah karunia yang agung itu di waktu-waktu doa itu ada harapan terkabul seperti seusai shalat, di antara adzan dan iqamat.

Pembaca yang budiman, ada sebuah contoh doa dalam masalah ini. Sebagaimana  diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Sina – rahimahullah- ;

“Ya Allah, Zat yang Menciptakan langit dan bumi, Zat yang memiliki kemuliaan dan keagungan, yang memiliki keperkasaan tak pernah henti. Aku memohon kepadaMu, Ya Allah, yang Maha Rahman dengan kemuliaanMu, hujamkanlah dalam jiwaku untuk bisa menghafal kitabMu  ( Al Quran) sebagaimana Engkau telah memberiku pengetahuan. Dan berikanlah aku karunia agar bisa membacanya sesuai dengan bacaan yang Engkau ridhai.”

Demikian pula contoh doa yang lain lagi masyhur;

“ Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al Quran ini, jadikanlah Al Quran itu pemimpin, penerang dan petunjuk serta rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku dari apa yang aku lupa dari Al Quran. Ya Allah ajarilah aku apa yang aku tidak tahu darinya ( Al Quran ). Ya Allah, mudahkanlah aku untuk membacanya siang dan malam. “

Langkah ketiga, adalah beristighfar dan meninggalkan maksiat. Hal ini penting untuk dilakukan sebagaimana dimaklumi akan keajaiban istighfar  diantaranya adalah istighfar akan merontokkan dosa-dosa  seorang hamba Allah dan membantu upaya pembersihan jiwa dari kotoran-kotoran hati yang mempengaruhi kejernihan hafalan. Disamping itu beristighfar juga mendorong pelakunya untuk berinstrospeksi diri atas muamalah dirinya kepada Allah dan yang paling utama akan interaksinya terhadap Al Quran.

Langkah keempat, adalah memanfaatkan waktu luang kita untuk membaca Al Quran dan menyedikitkan dari berfikir duniawi. Semakin besar himah ( keinginan seseorang ) terhadap dunia ini maka celah-celah, relung-relung hatinya untuk berfikir ukhrawiyah ( orientasi akhirat)  dalam masalah menghafal Al Quran akan semakin sempit peluangnya bahkan justru dapat merusak niat yang shadiqah sebagaimana pembahasan diawal.

Langkah kelima adalah langkah kongkrit dalam hafalan yakni dengan cara anda menghafal Al Quran langsung. Hal –hal yang perlu anda perhatikan adalah memperbaiki bacaan terlebih dahulu dengan standar minimal sesuai kaidah tajwid. Setelah itu, menghafal-lah sedikit demi sedikit. Sangat bagus sekali bagi pemula menggunakan program “ ONE DAY ONE AYAT” ( satu hari satu ayat ). Praktisnya, satu ayat tersebut dibaca dengan tartil sesuai kemampuan daya ingatnya ( bisa 5 – 10 kali ). Setelah itu, cobalah anda baca tanpa melihat mushaf.

Jika anda sudah yakin hafal, boleh menambahkan satu ayat berikutnya. Kegiatan mengulang sampai 5-10 kali sebagaimana ayat pertama wajib anda lakukan. Setelah itu ulang kembali ayat pertama dan ayat kedua sebanyak itu pula. Jika sudah yakin anda hafal maka bolehlah anda tambahkan lagi ayatnya demikian seterusnya sesuai dengan kemampuan anda.

Langkah keenam, jangan lupakan dari mereview ( mengulang kembali ) hafalan anda setiap harinya. Terkadang permasalahannya adalah perasaan khawatir kesulitan menjaga hafalan yang sudah lama. Kalau demikian adanya, maka tenangkan jiwa anda , jangan khawatir, sesungguhnya dibalik kesulitan ada kemudahan. Factor terpenting yang mendukung hal tersebut adalah anda tetap istiqamah dengan niat anda semula. Jaga niat lurus anda dan berazzam-lah dengan sekuat keimanan anda. Insya Allah berhasil, selangkah -demi selangkah anda dapat menghafalkan Al Quran walau hanya beberapa ayat saja. Kenyataan ini perlu disyukuri dan dipertahankan. Diantara hal yang bisa memecahkan masalah ini juga adalah dengan menjadikan hafalan anda sebagi dzikir atau wirid setiap saat. Saat anda sedang mengendarai kendaraan, istirahat atau waktu luang sempatkanlah lisan anda untuk melantunkan hafalan-hafalan tersebut insya Allah akan semakin kuat hafalan anda. Kepada Allah Ta’ala lah kita meminta pertolongan.

 

APA SAJA YANG MENGHALANGI ITU SEMUA ?

Berikut ini adalah beberapa penghalang dari membaca atau menghafalkan Al Quran yang harus selalu anda jauhi dan dijadikan pengingat agar tetap istiqamah diantaranya yaitu ;

  1. Banyak dosa dan maksiat karena hatinya lupa bahwa Allah itu Maha Melihat lagi Maha Mengetahui hati  hamba-hambaNya.
  2. Banyak berkata-kata tapi tidak berfaedah atau sibuk dengan aib orang lain
  3. Memutuskan hubungan silaturrahim yang menutup peluang mendapatkan nasehat Agama, termasuk juga jarang menghadiri majelis ilmu
  4. Berlaku hasad
  5. Berandai-andai atau menunda-nunda tanpa amal bukti nyata
  6. Suka berbuat aniaya baik kepada Allah, diri sendiri maupun orang lain
  7. Meremehkan dalam hal mengulang kembali hafalan serta menganggap enteng.
  8. Terlalu banyak berkeinginan dengan tambahan rezeki di dunia, kurang qanaah, hatinya dipenuhi ambisi memperoleh harta yang banyak sehingga melupakan kehidupan akhirat

Saudaraku yang mulia, …….

Saudariku yang mulia ,……………

Apakah engkau tidak melihat dengan mata hatimu firman Allah ;

“ dan Sungguh Al Quran itu benar-benar peringatan buat kamu dan kaummu. Dan sungguh kalian akan ditanyakan tentang hal itu “. ( QS. Az Zukhruf : 44 )

Ya Allah, janganlah engkau jadikan dunia ini lebih besar sebagai tujuan kehendak kami.

Ya Allah, jadikanlah Al Quran sebagai penyejuk relung-relung hati kami. Amien

Wallahul Musta’an

Iklan

About admin_blog

Blog Pribadi

Posted on 29 Februari 2012, in ILMU AGAMA and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: