HILANGNYA WALA WAL BARA DI TENGAH KAUM MUSLIMIN

JAMAAH SHALAT DZUHUR YANG BERBAHAGIA,…

Percampuran kaum muslimin dengan kafir dewasa ini adalah sesuatu yang tidak bisa dielakkan, karena kepentingan di antara mereka sangat berkait akibat adanya narkoba dan pergaulan bebas. Tentunya hal ini dapat mengakibatkan munculnya hubungan yang terus menerus dan saling mempengaruhi di antara mereka. Berkaitan dengan interaksi antar umat beragama, Islam memiliki aturan yang sempurna. Aturan ini dapat menjaga keselamatan aqidah dan kepribadian umatnya, secara umum ataupun individu. Peraturan ini harus diterapkan oleh kaum muslimin demi menyelamatkan diri dan lingkungan dari kerusakan dan kesengsaraan.

            JAMAAH SHALAT DZUHUR YANG BERBAHAGIA,…

Penerapan aturan ini menjadi semakin penting seiring dengan sedikitnya kaum muslimin yang mengerti syari’at serta gencarnya propaganda pluralisme yang mengusung pemikiran bahwa semua agama itu sama. Jika tidak diterapkan, lambat laun aqidah al-Walâ’(setia kepada kaum muslimin) wal Baro (membenci orang-orang kafir) yang merupakan salah satu pokok aqidah Islam, akan terkikis habis.

Di antara fenomena yang menunjukkan aqidah al-Walâ’ dan al Barâ ini mulai luntur dari hati sebagian kaum muslimin dan perlu mendapatkan perhatian yaitu hilangnya rasa benci kepada orang-orang kafir (dalam hal ini orang –orang barat)  bahkan cenderung mengagumi dan mengidolakan mereka sebagaimana terjadi ditengah generasi muda muslim hari ini. Wal ‘iyadzu billah.

Peristiwa tragis ini terjadi, mungkin karena ketidak tahuan si pelaku terhadap ajaran Islam tentang masalah ini atau ada yang sengaja mengaburkan ajaran Islam demi memuluskan penyebaran pemikiran pluralismenya. Oleh karena itu, aturan Islam tentang masalah ini perlu dijelaskan.

JAMAAH SHALAT DZUHUR YANG BERBAHAGIA,…

Pertama, SIAPAKAH ORANG KAFIR ITU?

Orang kafir dalam syariat Islam adalah sebutan untuk umat non muslim yang terdiri dari kaum musyrikin dan ahli kitab (yahudi dan nasrani), sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik mengatakan bahwa mereka tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata” [al-Bayyinah/ 98:1]

JAMAAH SHALAT DZUHUR YANG BERBAHAGIA,… Selanjutnya kita akan membahas secara ringkas tentang sikap al-Wala’ dan al-Baro’ dalam Islam. Alangkah baiknya kita mengetahui definisi tentang al-Wala’ dan al-Baro’ terlebih dahulu agar semakin mudah kita memahami syariat yang mulia ini. Allah berfirman: “Dan orang-orang yang beriman lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mecegah dari yang mungkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Q.S.At-Taubah: 71)

Ibnu Katsir berkata mengenai firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala, yang artinya “Dan orang-orang yang beriman lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain” maksudnya adalah saling menolong dan membela, sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah Shallallahu’alaiwasallam. “Perumpamaan orang mukmin dengan mukmin yang lain didalam cinta dan kasih sayang mereka adalah seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota badan sakit maka anggota badan lainnya akan ikut merasakan sakit dengan demam dan tidak bisa tidur”.(H.R. Bukhari dan Muslim)

JAMAAH SHALAT DZUHUR YANG BERBAHAGIA,…Dalam beberapa firman Allah dan hadits Rasulullah SAW diatas jelaslah, bahwa kita diperintahkan untuk bersikap wala’ yaitu setia kawan kepada orang-orang muslim. Demikian pula, kita diperintahkan untuk memiliki sikap baro’yaitu membenci kepada orang kafir (Yahudi, Nasrani, dan Thoghut). Disebutkan dalam firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala yang artinya  “Karena itu barang siapa yang ingkar kepada thoghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Q.S. Al-Baqarah: 256).  Dalam ayat lain Alloh berfirman : “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu. Mereka hendak berhakim kepada thoghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thoghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya”. (Q.S. An-Nisa’: 60)

Sekarang yang menjadi pertanyaan ialah, adakah orang muslim sekarang yang berani menunjukkan sikap baro’ secara keseluruhan kepada orang musyrik dan kafir?!, Sebagaimana sikap Nabi kita Ibrahim ‘Alaihissalam terhadap kaumnya, dalam firman Allah dijelaskan. “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah”. (Q.S. Az-Zukhruf: 26)

JAMAAH SHALAT DZUHUR YANG BERBAHAGIA,… Akhirnya, sudah saatnya bagi kita untuk menyadari keutamaan Wala Wal Baro ini dan menanamkan dalam diri kita akan perintah Islam yang mulia ini yaitu sikap wala’ terhadap orang muslim dan baro’ terhadap orang kafir. Perlu diketahui, saat ini Umat Islam di zaman modern (globalisasi) sekarang ini, telah lama pudar bahkan kehilangan sikap wala’ dan baro’ dari dalam dirinya. Sebuah pertanyaan yang perlu direnungkan adalah Sudahkah kita semangat menumbuhkan dan menanamkan sikap wala’ dan baro’ dalam diri kita sendiri khususnya dan anak didik kita umumnya?. Semoga Alloh memberikan kepada kita hidayah untuk dapat mengamalkan syariat Wala Wal Baro ini dengan mudah. Amien.

Iklan

About admin_blog

Blog Pribadi

Posted on 19 Desember 2013, in ILMU AGAMA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: